ARTKEL ONE SUMANTRI TENTANG PENDIDIKAN

SELAMAT BERGABUNG DENGAN FB IWAN SUMANTRI, S.Pd DAN BLOG MATH ONE SUMANTRI MATEMATIKA | Buat Lencana Anda

SELAMAT BERKUNJUNG DI KUMPULAN ARTIKEL ONE SM
* “Berbahagialah Hari ini, Bukan Esok…Hari ini adalah milikmu”

*”Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya di atas para penuntut ilmu, sebagai restu atas apa yang mereka lakukan” (HR. Ahmad & Ibnu Hibban)

*”Kebaikan dalam kata-kata menciptakan percaya diri,
Kebaikan dalam berpikir menciptakan kebijakan,
Kebaikan dalam memberi menciptakan cinta”

*”Sungguh mengagumkan urusan seorang muslim, semua urusannya adalah baik. Dan itu tidak terjadi pada seorang pun, kecuali orang mukmin. Jika ditimpa kesenangan maka dia bersyukur, dan jika ditimpa musibah maka dia bersabar, yang juga baik baginya”
_Al-Hadits_

*”Sesungguhnya perumpamaan org beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yg bersih, mengeluarkan sesuatu yg bersih, hinggap di tempat yg bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya itu)”
_HR.Ahmad dan Al-Hakim_

*”Berbicara dengan sesama saudara dapat mengusir kesedihan. Bercanda yang sehat adalah Rileksasi. Membaca dan mendengarkan syair dapat menenangkan pikiran”

*”Tersenyumlah kepada siapa saja, niscaya kamu akan mendapatkan cinta kasih mereka. Haluskan tutur katamu, niscaya mereka akan mencintaimu. Dan rendahkanlah hati kepada mereka, niscaya mereka akan menghormatimu”

*”Pintu kebahagiaan terbesar adalah doa kedua orang tua. berusahalah mendapatkan doa itu dengan berbakti kepada mereka berdua agar doa mereka menjadi benteng yang kuat yang menjagamu dari semua hal yang tidak kamu sukai”

*”Jauhilah cinta yang berlebihan dan cinta yang dilarang, sebab itu adalah azab bagi jiwa dan penyakit bagi hati. Kembalilah kepada Allah, kepada mengingatNYA, dan kepada menaatiNYA”

*”Dengan ilmu akan membuat hati menjadi lapang, meluaskan cara pandang, membukakan cakrawala sehingga jiwa dapat keluar dari berbagai keresahan, kegundahan, dan kesedihan”
alah Hari ini, Bukan Esok…Hari ini adalah milikmu”

*”Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya di atas para penuntut ilmu, sebagai restu atas apa yang mereka lakukan” (HR. Ahmad & Ibnu Hibban)

*”Kebaikan dalam kata-kata menciptakan percaya diri,
Kebaikan dalam berpikir menciptakan kebijakan,
Kebaikan dalam memberi menciptakan cinta”

*”Sungguh mengagumkan urusan seorang muslim, semua urusannya adalah baik. Dan itu tidak terjadi pada seorang pun, kecuali orang mukmin. Jika ditimpa kesenangan maka dia bersyukur, dan jika ditimpa musibah maka dia bersabar, yang juga baik baginya”
_Al-Hadits_

*”Sesungguhnya perumpamaan org beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yg bersih, mengeluarkan sesuatu yg bersih, hinggap di tempat yg bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya itu)”
_HR.Ahmad dan Al-Hakim_

*”Berbicara dengan sesama saudara dapat mengusir kesedihan. Bercanda yang sehat adalah Rileksasi. Membaca dan mendengarkan syair dapat menenangkan pikiran”

“Tersenyumlah kepada siapa saja, niscaya kamu akan mendapatkan cinta kasih mereka. Haluskan tutur katamu, niscaya mereka akan mencintaimu. Dan rendahkanlah hati kepada mereka, niscaya mereka akan menghormatimu”

*”Pintu kebahagiaan terbesar adalah doa kedua orang tua. berusahalah mendapatkan doa itu dengan berbakti kepada mereka berdua agar doa mereka menjadi benteng yang kuat yang menjagamu dari semua hal yang tidak kamu sukai”

*”Jauhilah cinta yang berlebihan dan cinta yang dilarang, sebab itu adalah azab bagi jiwa dan penyakit bagi hati. Kembalilah kepada Allah, kepada mengingatNYA, dan kepada menaatiNYA”

*”Dengan ilmu akan membuat hati menjadi lapang, meluaskan cara pandang, membukakan cakrawala sehingga jiwa dapat keluar dari berbagai keresahan, kegundahan, dan kesedihan”

*Peliharalah iman kamu dengan memperbanyakkan sedekah, bentenglah hartamu dengan mengeluarkan zakat dan tolaklah gelombang bencana bala dengan sentiasa berdoa kepada Allah. “Saidina Ali bin Abi Thalib”

*Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat. “Saidina Ali bin Abi Thalib”

*Keadilan itu syurga bagi orang yang dizalimi tetapi keadilan itu adalah neraka bagi orang-orang yang bersifat zalim. “Saidina Umar bin Al-Khatab”

*Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya. “Khalifah Ali bin Abi Talib”

*Kalau engkau berasa berkuasa untuk membuat aniaya kepada hamba Allah, ingatlah pula bahawa Allah lebih berkuasa membalasnya “Saidina Umar bin Al-Khatab”

*Saidina Ali berkata : “Wahai manusia, jagalah wasiatku. Jika kamu memegangnya erat-erat dengan segala kesiapan sehingga kamu dapat melaksanakannya, kamu tidak akan dapat keuntungan yang lebih besar darinya. Wasiat itu adalah :
1.Hendaklah kamu tidak berharap kecuali kepada Tuhanmu.
2.Hendaklah kamu tidak takut kecuali kepada dosa-dosamu.
3.Hendaklah kamu tidak malu untuk belajar jika tidak tahu.
4.Hendaklah orang yang alim berkata : “Aku tidak tahu, “ apabila dia memang tidak tahu.

*******************************************************************************************
Bahan Renungan Menjelang Hari Pendidikan Nasional 2011
Oleh: Iwan Sumantri,S.Pd

Guru menjadi ujung tombak dalam pembangunan pendidikan nasional. Utamanya dalam membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal.

Guru profesional dan bermartabat menjadi impian kita semua karena akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak. Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat.

Sertifikasi guru mendulang harapan agar terwujudnya impian tersebut. Perwujudan impian ini tidak seperti membalik talapak tangan. Karena itu, perlu kerja keras dan sinergi dari semua pihak yakni, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan guru.

Berikut Seuntai Kata, buat bahan renungan semua pihak:

Katanya Guru Pemberi Kedamaian, Maka Guru Berkeliling ,Menyebarkan Hati Damai, Rasa Damai, Ilmu dan Prinsip Damai Pada Setiap Siswa, Tetapi Guru Dimusihi

Katanya Guru Penanam Cinta, Makanya Guru Pergi Ke seantero negeri, mengulurkan tangan cinta, Menyanyikan Lagu Cinta, Melantunkan puisi cinta, Tetapi guru di benci,

Katanya Guru Pemberi Kemesraan, Maka Guru Menelusuri Nusantara, Mengakrabi setiap manusia, Merangkul Alam dan segala Hamba, Mengikati Tali Sejati Persaudaraan, Tetapi Guru Dikucilkan,

Katanya Guru Pembangun Demokrasi, Maka Guru Buka Hati, Guru Dewasakan Pikiran Siswa, Agar Setiap Insan Mendapatkan Tempat, dan ruang, Tapi Guru di buang,

Katanya guru Perangai Kebersamaan, Maka Guru Hindarkan kemenangan, Tak tega siapapun dikalahkan, Guru ikat diri dalam maiyah kebersamaan, Profesionalisme Tak sejengkalpun, ditinggalkan, Tetapi Guru Dihina dan ditiadakan,

Katanya Guru Pemimpi Keselamatan, Maka Guru Kuakkan Setiap Jalan Keluar, Guru bawakan Segala Persyaratan, Guru Hembuskan Udara Ketetraman, Guru Gali Cinta, agar segalanya menyejukan, Tapi Jalan Guru Buntu dan Guru, dicelakakan,

Katanya Guru Pendamba Kesejahteraan, Maka Guru minggir menghindar persaingan tak bermakna, Guru Usir dirinya sendiri dari ramainya, perebutan kekuasaan merintis Keadilan, Dengan menomor duakan dirinya sendiri, Tetapi Muka Guru diludahi,

Katanya Guru sedang menjalankan, reformasi, Maka Guru Berpuasa, Tak Ikut Mencuri, Tak Ikut Berkuasa, Tapi Guru Dibikin sengsara,
===========================================================================================
Bahan Renungan Buat Dunia Pendidikan

Oleh: Iwan Sumantri, S.Pd (Dari berbagai sumber)

Pendidikan merupakan proses persiapan menyeluruh dalam mempersiapkan generasi yang akan datang. Generasi yang dipersiapkan untuk hidup pada masa yang berbeda dengan masa pendidikan berlangsung. Untuk mempersiapkan generasi tersebut, minimal kita harus memparhatikan empat aspek pendidikan:

1. ASPEK PERTUMBUHAN PRIBADI

Meliputi pengembangan emosi yang terdiri dari rasa percaya diri,motivasi, keterampilan berkomunikasi, dan keterampilan menjalin relasi. Ingat Emosi adalah pintu gerbang ke arah belajar, jika pengembangan emosi diabaikan pintu gerbang belajar akan tertutup. Pendidikan yang baik akan menciptakan generasi yang cerdas hatinya dan cerdas otaknya.

2. ASPEK KETERAMPILAN HIDUP

Meliputi pengembangan kemampuan kemandirian,pemecahan masalah secara kreatif, perencanaan ulang karier,ilmu ekonomi, managemen konflik, dan teknologi berbasis komputer. Pengembangan keterampilan hidup yang berhasil akan mewujudkan generasi yang siap hidup pada masa apa saja, bahkan siap hidup pada masa hidup setelah mati.

3. ASPEK “BELAJAR UNTUK BELAJAR” DAN “ BELAJAR UNTUK BERFIKIR”

Meliputi pengembangan keterampilan “ how to “ untuk otak, sehingga pembelajaran sepanjang hayat menjadi mengasyikan, cepat dan kreatif. Pengembangan aspek ini akan menghasilkan “ otak second” yang penuh muatan, dan bukan “otak orisinil” yang tidak pernah dipakai.

4. ASPEK ISI

Meliputi semua materi pelajaran dengan tema-tema terpadu. Sebagian besar kurikulum pendidikan sudah memberikan muatan lebih pada aspek isi, namun kurang memberikan muatan dalam keterpaduannya. Keterpaduan materi akan membiasakan manusia berfikir secara menyeluruh, dan tidak terpaku pada bagian tertentu yang terkadang semu.
===========================================================================================
Pembelajaran Melek Media (Televisi)
Oleh: Iwan Sumantri, S.Pd

Kemajuan teknologi telah begitu dahsyat merambat kesegala sisi kehidupan manusia, termasuk kemajuan teknologi media. Televisi sebuah benda yang menurut penulis sudah menjadi anggota keluarga yang terus menerus berceloteh tentang berbagai ragam kehidupan selama 24 jam nonstop, menghabiskan waktu dan pikiran kita.


Hampir dapat dipastikan, sebagian besar keluarga (termasuk keluarga guru) di jagat raya ini lebih banyak menghabiskan waktunya bercekrama dengan televisi. Tidak sedikit para remaja (para siswa) yang bertaklid buta kepada benda tersebut, tanpa reserve sama sekali, sehingga televisi akhirnya menjadi pedoman dalam segala aktivitas kesehariannya. Yang lebih mengerikan lagi adalah bahwa kebenaran bagi para remaja adalah sesuatu yang ditawarkan dan di “ajarkan” oleh televisi.

Bagi sebagian besar orang, televisi memang sudah memiliki banyak peran, mulai dari peran sebagai guru hingga peran sebagai pengasuh atau baby sitter, yang sangat merugikan perkembangan anak berumur dibawah lima tahun. Hal ini dapat menghitam-putihkan karakter anak di usia selanjutnya.

Televisi memang merupakan benda yang sangat mengasyikan bagi anak, tetapi dampaknya adalah kecerdasan emosi dan kemampuan kognitif serta daya pikirnya dapat terhambat bila terlalu lama waktu dihabiskan di depan televisi, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan di masa berikutnya. Sementara orang tua lebih suka anaknya duduk di muka televisi dibanding bermain di luar rumah.

Mabuk televisi memang sudah begitu jamak di tengah masyarakat kita. Jangankan anak di bawah usia lima tahun, orang dewasapun demikian. Televisi membawa dampak yang tidak kecil terhadap pola hidup orang dewasa seperti meningkatnya budaya konsumtif yang merupakan kesuksesan para produsen memanfaatkan kedahsyatan media.

Karena televisi sudah menjadi bagian dari masyarakat modern, maka sudah selayaknya Departemen Pendidikan Nasional menyisipkan kurikulum yang dapat membimbing masyarakat khususunya peserta didik di sekolah, agar dapat mengetahui dan memiliki bekal untuk berinteraksi dengan media atau televisi. Pemerintah, khsusunya Depdiknas seharusnya sensitif atas kemajuan teknologi terhadap perkembangan dan prestasi belajar siswa, kemudian mencarai alternatif atau terobosan untuk membentengi peserta didik dari dampak negatifnya.

Kurikulum pendidikan sudah saatnya menyisipkan muatan yang memberi arahan atau bimbingan kepada masyarakat, sehingga dapat memanfaatkan media, khususunya televisi, menjadi media yang benar-benar bermanfaat bagi penontonnya. Sebab selama ini penonton tidak mempunyai bekal untuk berinteraksi dengan televisi. Akibatnya, semua yang keluar dari mulut televisi menjadi sebuah kebenaran dan di telan mentah-mentah oleh penonton, khususunya penonton usia dini atau anak-anak.

Penonton perlu diajari apa manfaat bagi mereka dari sebuah tayangan atau iklan yang disampaikan. Disamping itu, penonton sudah selayaknya selektif dalam meonoton tayanag yang ditawarkan oleh pihak televisi, sehingga tidak semua tayangan menjadi tontonan wajib. Sementara pihak pengelola televisi juga harus memikirkan masa depan para penonoton anak-anak. Oleh sebab itu, bentuk tayangan yang menyedot perhatian remaja atau anak-anak selayaknya di tayangkan di luar jam belajar anak.

Disamping itu, pesan yang merugikan penonton perlu dihiliangkan, seperti pesan “tetaplah bersama kami”, sebaiknya diganti dengan “silahkan jika Anda ingin meninggalkan kami”. Dari pesan ini diharapkan penonton akan teringat atau di ingatkan akalu mereka masih memiliki segudang kegiatan yang ternyata jauh lebih bermanfaat dan bernilai dari hanya sekedar menonton televisi.

===========================================================================================
Bagaimana Belajar agar tidak mudah LUPA
Oleh : Iwan Sumantri,S.Pd (Sumber : Active Learning)

Kesempatan belajar adalah kesempatan memahami. Ketika ada waktu yang digunakan untuk mengkonsolidasikan apa yang telah dipelajarinya, tentunya harus ada juga waktu untuk penyimpanan (retensi). Terkadang kita sibuk menyusun pikiran-pikiran, melakukan kerja keras dalam belajar tapi gagal dalam menyimpan hasil kerja keras kita. Semuanya berlalu. Hasil belajar dapat hilang. Maka dari itu , siswa harus diberi kesempatan menyimpan apa yang dipelajarinya. Pengalaman belajar akan diingat ketika ada kesempatan merefleksikannya dan memberikan hasil akhir emosional . Ibarat hidangan, refleksi adalah ” makanan pencuci mulut” sebagai tindakan penuh arti dari penutupan pembelajaran.
Ada beberapa kategori yang membuat belajar tidak mudah LUPA:
1. REVIEW, bagian ini berkaitan dengan mengingat ulang, melatih ulang,menyimpan ulang, dan penyimpanan ulang

2. PENILAIAN DIRI, bagian ini berkaitan dengan evaluasi sampai sejauh mana keterukuran belajar yang telah dicapai.

3. PERENCANAAN, bagian ini berkaitan dengan cara-cara mempertimbangkan apa yang akan dilakukan dengan cara mengkaji ulang apa yang telah dilakukan

4. SENTIMEN AKHIR, bagian ini berkaitan dengan penyelarasan situasi dan kondisi dalam dinamika dan mekanisme pembelajaran

===========================================================================================

MEMUPUK JIWA KEPEMIMPINAN
Oleh : Iwan Sumantri,S.Pd

Dalam menghadapi masa depan ada sebuah ungkapan”SEKARANG ANAK-ANAK ESOK LUSA MENJADI PEMUDA, APABILA TELAH PEMUDA KELAK MENJADI PEMIMPIN.

Ungkapan tadi memberi keyakinan bahwa kalian yang masih anak-anak, merupakan harapan bagi kelangsungan kepemimpinan Indonesia yang kita cintai. Pada pundak kalian, bangsa ini menaruh harapan dalam melanjutkan pembangunan. Sedangkan kita sadari bahwa salah satu pemicu keberhasilan pembangunan adalah adanya jiwa kepemimpinan pada setiap generasi. Oleh karena itu, kalian sebagai generasi muda haruslah sejak dini memupuk jiwa kepemimpinan

Apa yang harus kalian lakukan dalam memupuk jiwa kepemimpinan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka kalian harus mengetahui jiwa dan semangat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Apakah itu? Tak lain adalah
– DISIPLIN
– TERBIASA HIDUP BEKERJASAMA DAN TOLERANSI
– MEMILIKI RASA TANGGUNG JAWAB
– MENGETAHUI TUGAS DAN MAMPU MELAKSANAKANNYA
– SERTA TERBIASA HIDUP DENGAN PERENCANAAN ATAU PERSIAPAN YANG MATANG

DISIPLIN merupakan kesadaran untuk mematuhi aturan yang berlaku dan menghindari larangannya. Sejak dini, rasa disiplin ini harus kalian pupuk baik antara disiplin dalam belajar, disiplin dalam mengerjakan pekerjaan rumah dari guru dan dalam mentaati tata tertib. Apabila kalian telah terbiasa hidup disiplin baik disekolah maupun di rumah, Insya Allah dalam diri kalian akan terbentuk satu jiwa kepemimpinan yang patut diteladani.

Selain disiplin, segi lain dari jiwa kepemimpinan adalah TERTANAMKANNYA SEMANGAT KERJASAMA DAN TOLERANSI. Kerjasama dan Toleransi ini sangat penting, karena dalam kehidupan manusia lebih-lebih menyongsong era globalisasi, tidak akan mampu berdiri sendiri. Satu sama lain saling membutuhkan dan saling mengisi karena secara kodrati manusia memang memiliki sisi kekurangan. Oleh karena itu, kebiasaan bekerjasama dan toleransi harus sejak dini dibina agar suatu kelak nanti kalian tidak canggung lagi bila harus bekerja diantara orang-orang. Tapi ada satu hal yang penting dalam bekerjasa ini yakni TANGGUNG JAWAB. Tanpa ada tanggungjawab maka suasana kepemimpinan akan gagal dan harapan pekerjaan menjadi kurang mulus. Dengan demikian, tumbuhkan rasa tanggungjawab baik di kelas, di rumah atau di tempat bermain dengan teman-teman. Insya Allah, dengan tanggungjawab kalian akan menjadi panutan orang banyak.

Jiwa kepemimpinan lainnya adalah MENGETAHUI TUGAS DAN MAMPU MELAKSANAKANNYA. Hal ini penting agar garapan yang harus dikerjakan dapat selesai dan tuntas dengan baik. Kalian sebagai siswa, ketahuilah tugas-tugas kalian sebagai siswa. Jika kalian tahu akan akan tugas kalian akan menjadi figur yang punya wibawa. Dan satu lagi yang harus di pupuk adalah MEMBIASAKAN HIDUP DENGAN PERENCANAAN ATAU PERSIAPAN YANG MATANG. Apa yang kan dikerjakan esok hari, sebelumnya harus dipersiapkan. Apabila punya pekerjaan, rencanakan waktu pengerjaannya. Demikian jiwa semangat kepemimpinan yang harus dipupuk sejak dini agar kelak mekar membawa harapan.

Seorang Pemimpin adalah orang yang memliki pengikat, yang menggugah pengikutnya untuk melakukan hal-hal tertentu untuk mencapai sesuatu hasil atau tujuan melalui pemberian teladan kepada pengikutnya dengan penuh tanggungjawab. Seorang calon pemimpin harus mau dan mahir mendengar, membaca, berbicara dan menulis.

===========================================================================================

Sang Penulis


Indikator Guru Matematika yang Profesional
Oleh : Iwan Sumantri

(Dirangkum dari berbagai sumber)
1. Memanfaatkan dan mengembangkan lingkungan belajar matematika
2. Mengembangkan sumber-sumber belajar matematika
3. Melibatkan siwa dalam kegiatan apersepsi pembelajaran matematika
4. Berhasil mempromosikan motivasi siswa belajar matematika
5. Mengembangkan pembelajaran matematika secara klasikal
6. Mengembangkan pembelajaran matematika secara diskusi kelompok
7. Mengembangkan pembelajaran matematika dalam pelayanan individu
8. Menghubungkan matematika dengan keperluan lain dalam mata pelajaran lain
9. Mengembangkan sturktur pbm matematika
10. Mengembangkan skenario interaksi pbm matematika
11. Mengembangkan skenario pencapaian kompetensi matematika
12. Mengembangkan skenario kegiatan matematika siswa
13. Mengembangkan penilaian berbasis kelas
14. Melakukan kegiatan refleksi pbm matematika
15. Meneliti pbm matematika yang diselenggarakannya
16. Menjadi pengembang kurikulum matematika sekaligus silabusnya
17. Mengembangkan media pembelajaran matematika
18. Mengembangkan alat peraga matematika
19. Mampu menyusun buku text pelajaran matematika
20. Mampu mengembangkan berbagai macam LKS
21. Menyelenggarakan pbm matematika berdasarkan suatu teori baik metode maupun teori belajar siswa
22. Melakukan refleksi pbm matematika
23. Mampu memanfaatkan dan mengembangkan ICT untuk pbm matematika misalnya pemenfaatan BLOG
24. Melakukan inovasi pbm matematika secara kontinue dan konsisten
25. Mengembangkan pelayanan terhadap kebutuhan belajar matematika siswa termasuk kesulitan-kesulitannya.
26. Mampu bekerjasama dengansesama guru dalam memperbaiki pbm matematikanya
27. Mampu mengkomunikasikan problematika pbm matematika kepada orang lain.
28. Secara ikhlas dan terbuka menerima kritik dan saran dai orang lain tentang kekurangan dalam menyelenggarakan pbm matematika.
29. Selalu berusaha menjadi inisiator atau orang terdepan dalam mengembangkan pbm matematika yang inovatif.
30. Memandang bahwa kagiatan mengajar juga merupakan bagian dari mengisi dan mengamalkan ibadahnya.
40. Merasa bertanggungjawab dan konsisten kepada semua level kepentingan, mulai diri sendiri, siswa, teman guru, sekolah, Kepala Sekolah, dst.
41. Mampu menulis karya-karya atau artikel di penerbitan, koran, majalah atau jurnal mengenai aspek pengembangan pbm matematika yang diselenggarakannya.
42. Aktif mengikuti kegiatan-kegiatan MGMP, seminar, lokakarya dan lesson study bidang pbm matematika.
43. Terlibat aktif di sekolah dalam bidang pengembangan pbm matematika
44. Kegiatan mengajar matematika menjadi kegiatan dan prioritas utamanya
45. Menguasai konten matematika
46. Menyadari dan mampu mengimplementasikan pbm matematika pada tataran kualitas yang lebih tinggi (kualitas ke dua)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: